Hari ini Kota Jambi akan melakukan Pemilihan Kepala Daerah untuk yang pertama kalinya. Idealnya Kepala Daerah yang terpilih nanti akan melakukan pembenahan dan perbaikan yang mendasar dalam pembangunan Kota Jambi selanjutnya. Konsep yang dilakukan tidak hanya kepada penyelesaian masalah yang temporary, namun juga sustainability. Konsep manajemen yang diterapkan haruslah yang mengakar dan menyentuh kepentingan semua lapisan masyarakat.
Isu pendidikan dan kesehatan seyogyanya tidak dijadikan icon untuk menjual popularitas. Saat ini kondisi pendidikan dan kesehatan di Kota Jambi sangat baik. Indikatornya adalah output terdidik, kualitas tenaga pendidik, dan prasarana penunjang. Contohnya pada bidang pendidikan, Pemerintah Kota Jambi memprioritaskan pendidikan dan mengalokasikan dana untuk kegiatan pendidikan setiap tahunnya cenderung mengalami peningkatan. Belanja langsung Dinas P dan K sebagai pelaksana urusan wajib pendidikan dibanding belanjang langsung APBD Kota Jambi pada tahun 2003, 9.77% yang terus meningkat hingga tahun 2007 menjadi 15.5% atau Rp. 35 Milyar dari total APBD Kota Jambi sebesar Rp.292.2 Milyar. Secara keseluruhan selama 5 tahun tersebut, jumlah belanja langsung Dinas P dan K berjumlah Rp. 86 Milyar lebih. Perkembangan selama 5 tahun terakhir menunjukkan bahwa anggaran belanjang langsung Dinas P dan K pertumbuhannya mencapai 63%, lebih tinggi dibanding dengan pertumbuhan anggaran belanja langsung APBD Kota Jambi yang hanya 50.5%.
Beberapa kesimpulan yang bisa dipetik dari kondisi di atas, dikorelasikan dengan strategi marketing pada Calon Walikota Jambi, tentunya tidak relevan. Sebagai kota yang menuju ke arah Kota Perdagangan dan Jasa, dimana distribusi persentase PDRB atas harga konstan tersebesar berasal dari sektor bangunan, pengangkutan dan industri, dan komposisi penduduk terbesar pada usia 20-29 tahun, maka issue “Pendidikan dan Kesehatan Gratis” tidak up to date dengan semangat pembangunan Kota Jambi sebagaimana tertuang dalam RPJPD Kota Jambi, yaitu:
Kota Jambi yang Mandiri, Pusat Perdagangan Barang dan Jasa, Demokratis, Berakhlak dan Berbudaya pada tahun 2025.
Sesungguhnya yang dibutuhkan masyarakat Kota Jambi dari para Calon Walikota Jambi adalah issue yang intelektual yang bisa memacu spirit kaum produktif. Sudah tidak relevan jika masyarakat Jambi disodorkan kemudahan-kemudahan tanpa kualitas. Sudah saatnya kita berbicara tentang mutu dan daya saing daerah, dimana mutu pendidikan dan kesehatanlah yang harus dikedepankan.
Sebuah tulisan yang saya buat berjudul “To Growth and Developt Jambi City from Core Competention” yang akan dipresentasikan di Universiti Teknologi Malaysia di Johor Bahru Malaysia pada tanggal 23-24 Desember 2008 yang akan datang dalam acara International Graduate Conference on Engineering and Science 2008, merupakan pencitraan Kota Jambi menuju sebuah Kota yang mandiri yang dibangun dari keunggulan dan potensi daerah.
Kita semua masyarakat Kota Jambi memiliki impian untuk berdiri dan tegak sejajar dengan kota-kota mandiri lainnya di Indonesia. Insya Allah diridhoi dan diberikan kemudahan bagi kita semua. Amin Ya Robbal Alamin.